1.Mengubah Citra RGB
Citra berwarna, atau biasa dinamakan citra RGB, merupakan jenis citra
yang menyajikan warna dalam bentuk komponen R (merah), G (hijau), dan B
(biru). Setiap komponen warna menggunakan 8 bit (nilainya berkisar antara 0
sampai dengan 255). Dengan demikian, kemungkinan warna yang bisa
disajikan mencapai 255 x 255 x 255 atau 16.581.375 warna.
Cara mengubah gambar ke citra RGB:
• Tentukan citra RGB yang menjadi obyek deteksi, nilai warna HSV yang menjadi acuan (hasil proses pelatihan data) dan nilai toleransi HSV yang digunakan.
• Transpose citra RGB ke HSV
• Lakukan filter warna pada citra berdasarkan nilai acuan (T) dan nilai toleransi (tol). Dengan x sebagai warna HSV pada piksel yang ada maka warna yang tidak termasuk dalam rentang T-tol < x < T+tol diberi warna hitam.
• Transpose kembali citra ke RGB, tampilkan hasil filter.

%Script untuk merepresentasikan citra RGB beserta masing-masing kanal warna nya yaitu:
clc; % Membersihkan layar
clear all; % Membersihkan semua simpanan nilai
close all; % Menutup semua gambar
I = imread(‘/MATLAB Drive/1651571918995.jpg’)
R = I (:,:,1);
G = I (:,:,2);
B = I (:,:,3);
Red = cat (3, R, G*0, B*0);
Green = cat (3, R*0, G, B*0);
Blue = cat (3, R*0, G*0, B);
figure
subplot (2,2,1); imshow(I); title (‘Gambar RGB full warna’)
subplot (2,2,2); imshow (Red); title(‘Gambar warna merah’)
subplot (2,2,3); imshow (Green); title(‘Gambar warna hijau’)
subplot (2,2,4); imshow (Blue); title(‘Gambar warna biru’)

2. Menampilkan Histogram Citra
Histogram citra merupakan diagram yang menggambarkan distribusi frekuensi nilai intensitas warna dalam suatu citra.
Sumbu horizontal merupakan nilai intensitas warna sedangkan sumbu vertikal merupakan frekuensi/jumlah piksel.
Histogram dapat merepresentasikan karakteristik dari suatu citra.
Source code untuk menampilkan histogram dari citra adalah sebagai berikut:
% Just for me. nama file his2.m clc;
clear;
close all;
Img = imread(‘/MATLAB Drive/Wilda Fazlina.jpg’);
R = Img(:,:,1);
G = Img(:,:,2);
B = Img(:,:,3);
Red = cat(3,R,G*0,B*0);
Green = cat(3,R*0,G,B*0);
Blue = cat(3,R*0,G*0,B);
Gray = rgb2gray(Img);
rmap = zeros(256,3); rmap(:,1) = 0:255; rmap = rmap/255;
gmap = zeros(256,3); gmap(:,2) = 0:255; gmap = gmap/255;
bmap = zeros(256,3); bmap(:,3) = 0:255; bmap = bmap/255;
figure
subplot(1,2,1); imshow(Img); colorbar
subplot(1,2,2);
histogram(G(:),256,’FaceColor’,’g’,’EdgeColor’,’g’)
histogram(B(:),256,’FaceColor’,’b’,’EdgeColor’,’b’)
set(gca,’XLim’,[0 255])
set(gca,’YLim’,[0 10000])
hold off
figure,
subplot(1,2,1); imshow(Red), colormap(rmap), colorbar
subplot(1,2,2);
histogram(R(:),256,’FaceColor’,’r’,’EdgeColor’,’r’)
set(gca,’XLim’,[0 255])
set(gca,’YLim’,[0 10000])
grid on
figure,
subplot(1,2,1); imshow(Green), colormap(gmap), colorbar
subplot(1,2,2);
histogram(G(:),256,’FaceColor’,’g’,’EdgeColor’,’g’)
set(gca,’XLim’,[0 255])
set(gca,’YLim’,[0 10000])
grid on
figure,
subplot(1,2,1); imshow(Blue), colormap(bmap), colorbar
subplot(1,2,2);
histogram(B(:),256,’FaceColor’,’b’,’EdgeColor’,’b’)
set(gca,’XLim’,[0 255])
set(gca,’YLim’,[0 10000])
grid on
figure,
subplot(1,2,1); imshow(Gray), colormap(gray), colorbar
subplot(1,2,2);
histogram(Gray(:),256,’FaceColor’,[.5 .5 .5],’EdgeColor’,[.5 .5 .5])
set(gca,’XLim’,[0 255])
set(gca,’YLim’,[0 10000])
grid on
Berikut ini merupakan representasi citra dan histogramnya:





